Lagi-Lagi Keputusan Presiden Jokowi Dipertanyakan, Kali Ini Masalah Presiden 3 Periode

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menghendaki Joko Widodo segera menyita sikap dan memastikan kembali penolakan wacana Presiden mampu memimpin tiga periode. Pernyataan Mardani sekaligus menanggapi kesangsian mantan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menangkap gelagat pembahasan pasal Presiden dapat kembali terpilih tiga periode.

Menurut dia, ide kepemimpinan Jokowi di dalam tiga periode merupakan suatu hal yang berbahaya. Ia kuatir perihal itu justru dapat menjadi tirani bagi masyarakat. Anggota Komisi II DPR RI itu tak menampik kesangsian Amien soal potensi tiga periode presiden Jokowi. Apalagi, kesangsian itu keluar di sedang konflik internal Partai Demokrat dengan melibatkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

“Kembali terhadap tirani (presiden tiga periode). Tanda-tanda mampu saja berkembang. Apalagi ada cerita KLB Demokrat,” kata dia.

Pendiri Partai Ummat sekaligus bagian Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar, Amien Rais sebelumnya mencurigai ada usaha yang ditunaikan sejumlah pihak untuk menerbitkan pasal di dalam peraturan hukum supaya pemerintahan mampu kembali memimpin di dalam tiga periode. Kasus-kasus ini cukup merepotkan apalagi mengingat bahwa beberapa hari yang lalu merupakan peringatan tepat genap 1 tahun virus Covid-19 ditanggulangi Indonesia.

Amien Rais Angkat Suara Perihal Presiden 3 Periode

Amien menangkap tanda yang berkembang ke arah Jokowi tiga periode melalui sebagian isu politik sebagian waktu terakhir. “Akankah kita biarkan, plotting rezim sekarang, dapat memaksa masuknya pasal supaya mampu dipilih ketiga kalinya,” kata Amien melalui account Instagram pribadinya, Sabtu. Terkait isu jabatan presiden tiga periode, Jokowi dulu memastikan bahwa dirinya tak setuju dengan usul itu. Jokowi justru curiga pihak yang mengusulkan wacana selanjutnya mengidamkan menjerumuskannya.

“Kalau ada yang usulkan itu, ada tiga (motif) menurut saya, mengidamkan menampar wajah saya, mengidamkan cari muka, atau mengidamkan menjerumuskan. Itu saja,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Desember 2019. Jokowi memastikan bahwa dirinya adalah produk penentuan segera berdasarkan UUD 1945 pasca-reformasi. Saat ada wacana untuk mengamendemen UUD 1945, Jokowi menekankan supaya tak melebar dari persoalan haluan negara.

Mantan politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengungkap keresahannya perihal situasi politik di Tanah Air sebagian waktu terakhir. Amien mencurigai ada usaha yang ditunaikan sejumlah pihak untuk menerbitkan pasal di dalam peraturan hukum supaya pemerintahan mampu kembali memimpin di dalam tiga periode.

“Akankah kita biarkan, plotting rezim sekarang, dapat mamaksa masuknya pasal supaya mampu dipilih ketiga kalinya,” kata Amien.

Namun, ia menilai arah politik yang berkembang sebagian waktu paling akhir berpotensi supaya pemerintah waktu ini mampu memimpin di dalam tiga periode. Dia pun menyebut bahwa posisi masyarakat waktu ini telah capai bagian ‘sekarang atau tidak serupa sekali. “Ini luar biasa. Jadi sekarang kita seluruh telah hingga terhadap tahapan Its now or never. Tomorrow will be too late,” katanya yang juga mengingatkan hal tersebut seperti pada moto permainan pada saat berjudi dengan agen sbobet.