Mengingat Reuni Akbar 212 Yang Ada Di Monas

Mengingat Reuni Akbar 212 Yang Ada Di Monas

Mengingat Reuni Akbar 212 Yang Ada Di Monas ini adalah mengenang dimana 2 tahun lalu terdapat aksi dimana memang sangat menjadi sorotan seluruh orang berada di Indonesia. Atau warga Indonesia berada di Luar negeri dimana memang membuat banyak sekali orang khawatir memang hal ini adalah sebuah wujud protes dari para kaum muslim. Yang ada di Indonesia munngkin lebih tepatnya adalah FPI memang merupakan sebuah komunitas mencela seseorang gurbenur, atau mantan gurbenur memang melakukan kesalahan dimana menghina umat agama islam bernama gurbenur Ahok.

Menjadi tersangka disaat itu mengucapkan sebuah kata-kata menurut para umat muslim menghina agama atau umat muslim tersebut. Dengan memang demikian terjadilah penolakan-penolakan kepada gurbenur satu ini dan memang menjadikan mereka sebagai incaran bagi para kompetitor yang tidak menyukai dirinya tersebut. Kejadian ini sendiri terjadi di tanggal 27 September 2016 bertepatan dengan pembicaraan budidaya ikan kerapu di pulau seribu. Dan disaat itu sendiri ahok sendiri mengucapkan atau melakukan perkataan menghina Surat Al-Maidah ayat 51, yang memang disaat itu penggunaan kata-kata ahok sendiripun salah dia mengakui hal tersebut.

Mengingat Reuni Akbar 212 Yang Ada Di Monas Indonesia

Isi narasi dari omongan ahok itu sendiri adalah:

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? Dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan nggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, nggak apa-apa,” Berikut adalah narasi yang diucapkan disaat hal tersebut.

Permasalahan ini adalah satu dengan kata dibohongi yang dimana siapapun mengucapkan kata-kata dari surat tersebut akan disebut dengan pembohong dimana memang menjadi seorang pembohong. Karena memang adnaya sebuah ayat memang menjadikan sebuah panutan umat muslim. Seharusnya memang jangan pernah membawa permasalahan agama memang menjadikan hal tersebut paling rentan, disaat kita berada di negara memiliki agama lebih dari 1. Dan kita memang berada pada kehidupan ber demokrasi yang memang hal tersebut menjadi sangat rentan karena adanya hal tersebut.