Partai Demokrat Mengalami Krisis? Ini Jawaban Kader Muda Demokrat

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kader Muda Demokrat (KMD) Aswin Ali Nasution menjelaskan telah berjalan krisis kepemimpinan di Demokrat. Meskipun guncangan pada saat covid ini memang terasa apa lagi baru-baru ini telah ada perpanjang larangan WNA masuk Indonesia, ternyata masalah internal pun masih ada bahkan sangat jelas. Ia pun menghendaki Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mundur sebagai ketua umum Partai Demokrat.

“Dengan rasa hormat ulang kami minta kepada ketua umum AHY untuk mundur sebagai ketua umum DPP Partai Demokrat,” kata Aswin di kawasan Mega Kuningan. Menurut Aswin, pemimpin partai selayaknya lebih egaliter, humanis, dan sanggup mengumpulkan semua faksi didalam internal partai.

Aswin menjelaskan solusi dari krisis kepemimpinan didalam tubuh partai demokrat berdasarkan anggaran basic anggaran tempat tinggal tangga (AD/ART) adalah kongres luar biasa. “Sesuai anggaran dasar, sesuai anggaran tempat tinggal tangga adalah kongres luar biasa.” ujarnya. Aswin menyebut KMD merupakan salah satu organisasi sayap yang miliki hak suara. Pihaknya pun menunjang terselenggaranya kongres luar biasa.

Tanggapan Kader Muda Demokrat

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merespons Ia ulang menyindir peran KSP Moeldoko didalam gerakan tersebut. Meski begitu, ia sangat percaya Presiden Joko Widodo tak turut campur. Dalam pidato, SBY juga mengungkap partai tetap mendapat serangan pas beda sikap dengan pemerintahan Jokowi. Ia menyebut serangan itu sistematis. SBY tunjukkan dapat tetap setia kepada partai yang ia dirikan. Ia juga dapat melawan orang-orang yang coba menyebabkan kerusakan partai berlambang bintang mercy itu.

“Insya Allah, sepanjang hayat di kandung badan, aku dapat tetap jadi kader Partai Demokrat, dan dapat jadi benteng dan Bhayangkara partai ini, hadapi siapa pun yang dapat mengganggu, merusak, merebut, dan menghancurkan partai kita,” kata SBY.

Awsin meyakinkan usulan KLB yang datang dari KMD ini bukan pendapat perorangan. Menurutnya, KMD telah lakukan rapat internal demi menghasilkan ketentuan tersebut. Lebih lanjut, Aswin menjelaskan dapat menyampaikan usulan KLB ini kepada DPP Partai Demokrat.

“Hasil ketentuan rapat internal kita. Rapat internal DPP KMD dengan melibatkan lebih dari satu daerah, dibawa ke DPP, kami usulan. Kita beri tambahan usulan. Usul kan boleh kan. Masa usul nggak boleh? Kita gak mau kalau ternyata beliau juga memiliki hobi seperti mengakses sbobet yang kemudian membengkakkan anggaran.” ucap Awsin.

Sebelumnya, SBY bicara perihal isu kudeta kepemimpinan Ketum AHY. SBY meyakinkan Demokrat bukan partai yang sanggup dibeli. Dalam peluang yang sama, SBY juga menyebut segera nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko terkait isu kudeta. Menurut SBY, Moeldoko merugikan nama baik Presiden Jokowi.