Pompeo Kagum Dengan Nilai Toleransi Indonesia

Bukan pertama kali nya Tanah Air mendapatkan pujian dari negara lain, minggu ini dalam pidatonya Perdana Menteri Amerika Serikat Pompeo menyatakan pujian atas Indonesia. Dimana nilai bertoleransi yang diterapkan di Indonesia sudah ada sejak dulu, mengingat sangat banyak perbedaan sehingga hanya dengan cara ini mereka bisa disatukan.

Pompeo Kagum Dengan Nilai Toleransi Indonesia

Pompeo melihat adanya perbedaan yang sangat beragam jika dibandingkan dengan negara lain pada umumnya. Hal tersebut tidak menjadi penghambat Indonesia untuk bersatu & bersama – sama membangun tanah air mereka menjadi semakin maju. “Perbedaan membuat negara ini bisa menjadi lebih harmoni & mengumpulkan berbagai ide kreasi”.

Saat menghadiri acara pada forum “Nurturing The Share Civilazitional Asipirations of Islam Rahmatan Li Al-Alamin”. Acara ini digelar oleh para kaum muda (GP), di Ansor di Four Seasson Hotel pada Kamis, 29 Oktober 2020. Pompeo mengatakan Indonesia memiliki Agam Islam terbesar dunia ada di Indonesia dan bisa hidup berdampingan.

Pompeo Kagum Dengan Nilai Toleransi Indonesia, Pernah Baca Cerita Bung Karno

Pompeo Kagum Dengan Nilai Toleransi Indonesia

Presiden pertama Bung Karno / Soekarno merupakan orang pertama yang mengenalkan nilai – nilai pancasila ke bidang politik dunia. Pompeo ternyata pada usia 18 tahun pernah membaca buku sejarang perjalanan Soekarno menyebarkan asas nilai pancasila. Saat sedang pidato PBB sekitar 60 tahun lalu, presiden pertama kita selalu menekan kan nilai penting ini kepada negara lainnya.

Dengan lantang Bung Karno memperoklamasikan nilai pancasila saat pidato, dan setelah usai pidato banyak petinggi ahli politik lainnya beryanya arti dalam nilai – nilai pncasila. Point utama dari semua nya adalah dimana perbedaan yang ada di Indonesia bisa disatukan. Dari perbedaan ini tercipta keharmonisan berdiri menjadi satu ikatan persatuan.

Dari sini Pompeo melihat adanya juga persamaan antara negara Amerika dengan Indonesia. Dimana AS memegang tinggi nilai sebuah kebebasan yang juga termasuk dalam nilai kebebasan memilih keagamaan / keyakinan. Namun Indonesia lebih rumit, karena terdapat banyak suku, bahasa, dan budaya berbeda dari setiap tempat terbagi.